Sanggar Seni Apo Lagaan

Sanggar Seni Apo Lagaan berdiri pada bulan 15 Desember 2007 di Samarinda

Dengan bentuk Sanggar Seni yang hanya mengembangkan kebudayaan dan kesenian tradisional Dayak Kayaan Mekaam. Berawal dari sekelompok remaja SMU dan mahasiswa yang kerap diminta mengisi acara-acara kesenian tradisional dalam berbagai acara. Waktu itu yang kerap diminta adalah kesenian Hudo’ (tarian Hudo’/Topeng).  Ketika ditanya apa nama kelompok ini,  bingunglah remaja-remaja ini mengenai nama yang paling baik dipakai.  Kemudian muncul ide dengan berdasarkan pada asal-muasal kedatangan tokoh-tokoh Hudo’ (para roh kebajikan yang memakai topeng Hudo’)  yakni berasal dari Apo Lagaan.  Apo Lagaan berarti Dataran Maha Tinggi Kediaman Para Roh Kebajikan.  Maka disebutlah kelompok ini pada waktu itu adalah Sanggar Tari Apo Lagaan.

Kemudian dalam perkembangannya,  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Kalimantan Timur memberikan perhatian pada kegiatan sanggar-sanggar tari dan paguyuban-paguyuban etnis yang ada di Samarinda dan mengundang mereka untuk menjadi mitra kerja dalam hal seni dan budaya.  Maka Sanggar Tari Apo Lagaan pun berubah menjadi Sanggar Seni Apo Lagaan.

 Perubahan dari Sanggar Tari menjadi Sanggar Seni ini disebabkan karena Apo Lagaan tidak hanya mempelajari dan mengembangkan seni tari tradisional saja,  melainkan berbagai produk budaya Dayak sub Kayaan Mekaam lainnya seperti Seni Ukir/Rupa,  Sastra dan Lagu,  Musik,  hingga Kuliner dan Bahasa.

 Para anggota Sanggar juga senantiasa diarahkan untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan budaya seperti Upacara Adat dan kegiatan lainnya

 Selain itu juga Apo Lagaan melakukan pendokumentasian dalam bentuk foto, video, dan audio berbagai upacara adat Kayaan, serta mengarsipkan berbagai cerita rakyat, mitos-mitos, serta banyak hal tentang kepercayaan leluhur. Apo Lagaan juga berusaha selalu menjalin hubungan yang baik dengan Lembaga-lembaga Adat Kayaan.

 Dalam perkembangannya Apo Lagaan mulai menetapkan arah dasar gerakan organisasi ini sebagai organisasi nirlaba yang menggali, melestarikan, serta memperkenalkan seni budaya Kayaan baik kepada generasi muda Kayaan sendiri mau pun kapada masyarakat luas.

 Sebagai informasi, Dayak Kayaan adalah sub besar dari suku-suku yang memiliki persamaan tertentu, khususnya yang berasal dari dataran tinggi Apo Kayaan. Sehingga  sub besarnya dinamakan Kayaan, di mana di dalamnya terdapat puluhan sub etnis lagi, antara lain: Bahau, Lung Gelat, Modang, Bahau Saq, Uma Suling, Uma Tuaan, Huang Boh, Kayan, dan banyak lagi.

 Sanggar Seni Apo Lagaan dengan serius lebih mendalami kebudayaan dan seni tradisi Kayaan. Dalam kegiatan penggalian, pelestarian dan pengenalan budaya, Sanggar Seni Apo Lagaan mencoba ikut serta dalam berbagai even kebudayaan baik yang berlangsung di kampung-kampung hingga ke tingkat nasional dan internasional. Sanggar Seni Apo Lagaan telah mecoba kontribusinya dalam pembangunan budaya tradisi warisan dan mencoba menarik kembali minat kaum muda terhadap Budaya Tradisi dengan menampilkan kesenian-kesenian tradisional yang telah dikemas tanpa sedikit pun mengurangi nilai sakral sebuah budaya.  Penampilan-penampilan ini telah dilakukan mulai dari kampung-kampung di pelosok hulu sungai Mahakam sampai melintasi batas negara.  Kota Melbourne (Australia)  serta Shanghai (China)  adalah dua tempat di mancanegara; dimana Sanggar Seni Apo Lagaan menghadirkan Seni Tradisi Dayak Kayan Mekaam Sub Bahau dan Long Gelat secara manarik namun orisinil.

BADAN HUKUM

 1.   Akta Pendirian Organisasi SANGGAR SENI APO LAGAAN KALIMANTAN TIMUR Nomor. 78 Tanggal 22 Desember 2011, di Kantor Notaris KHAIRU SUBHAN, SH. Alamat: Jl. Pangeran Antasari No. 03 RT. 03 Samarinda.

 2.  Surat Keterangan Terdaftar Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Provinsi Kalimantan Timur  Nomor : 220/034/BKP-I/I/2012.